Sabtu, 25 Agustus 2012

Belajarlah Mencintai Musik Yang Anda Benci



      Mencinta dan membenci atau apapun namanya, menyukai dan tidak begitu menyukai atau istilah lain merupakan suatu keniscayaan. Wajar-wajar saja manusia menyukai atau tidak menyukai suatu hal. Tapi pernahkah anda mendengar ungkapan "Membenci itu Rugi" ?

      Benar, membenci sesuatu sampai anda menutup akses sama sekali artinya anda menutup satu peluang yang mestinya bisa anda dapatkan.


      Contoh : Anda tidak menyukai dangdut sampai anda menutup akses sama sekali terhadap dangdut. Artinya anda telah melewatkan satu karya cipta yang pernah dihasilkan manusia yang bernama dangdut.

Apa ruginya?

1. Anda kehilangan satu moment artistik yang tidak dapat anda temui dari musik lain.

2. Anda kehilangan satu spesies dari satu ekosistem yang seimbang.

3. Anda kehilangan satu bab berharga dalam ilmu holistik.

Tapi bagaimana kalau saya memang tidak suka ? Cobalah. Tidak ada salahnya mencoba. Berikut ini adalah beberapa cara untuk bisa anda coba :

1. Hilangkan dahulu sentiment pribadi anda… (musik norak, musik kampungan, penciptanya bodoh, personilnya jelek, dll).

2. Duduk, diam, dengarkan dan nikmati musiknya. Jangan sambil melakukan hal lain.

3. Sadari bahwa setiap bangsa berbicara dengan bahasanya sendiri, begitu pula musik. Pop berbicara dengan “bahasa” pop, dangdut berbicara dengan” bahasa” dangdut, rock berbicara dengan “bahasa” rock,  jazz berbicara dengan “bahasa” jazz, klasik berbicara dengan “bahasa” klasik. Maka, jangan nilai jazz dari standar nilai rock, begitu pula dengan yang lain.

4. Ikhlas menerima apa yang anda dengar.

0 komentar:

Posting Komentar