Tampilkan postingan dengan label Musisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2012

Mick Jagger & Keith Richard

Mick Jagger
     Sebuah cerita terungkap dari sebuah bagian buku biografi tentang Mick Jagger, vokalis band The Rolling Stones. Ternyata, Pangeran Charles pernah cemburu pada vokalis flamboyan itu!

      Sang Pangeran sendiri tentu saja bukan penggemar The Rolling Stones. Masalahnya, istrinya saat itu, mendiang Putri Diana adalah salah satu penggemar berat The Rolling Stones.

      Dalam buku THE WILD LIFE AND MAD GENIUS OF MICK JAGGER yang ditulis Christopher Andersen, dikatakan bahwa Putri Diana pernah berniat mengundang Jagger ke Istana Kensington. Mewaspadai reputasi sang vokalis terhadap wanita, Pangeran Charles memaksa istrinya membatalkan undangan tersebut.

      Sebuah kesepakatan pun terjadi. Seorang musisi diperbolehkan datang ke Istana Kensington, asalkan musisi itu tidak menebar ancaman seperti halnya Jagger. Siapa musisi terpilih itu? Phil Collins.

      Bukannya Pangeran Charles tidak pernah bertemu Jagger. Dalam sebuah makan malam resmi tahun 1991, Sang Pangeran dipermalukan karena Jagger menyalaminya dengan sebelah tangan tetap di dalam saku celana.

Keith forgets how to play Rolling Stones songs :


Keith Richard
      Lain lagi dengan cerita sang gitaris yang juga rekan sejiwa Mick Jagger, Keith Richards tertawa sembari mengakui ia sering lupa dawai mana yang harus dipetiknya saat show. Tetapi tangannya telah begitu terbiasa, sehingga jarinya melakukan hal yang tepat sebelum ia sadar.

      "Ketika Jagger menyebutkan sebuah judul, aku berpikir, 'lagu yang mana itu?', tetapi jariku sudah masuk intro," kata Keith kepada Absolute Radio.

      "Kukira itu karena aku tidak banyak berlatih, mungkin. Tapi karena kami sudah bereuni, kurasa aku tak bisa lagi bermalas-malasan," ujar Keith.

       14 Juli lalu, Mick Jagger membenarkan rumor yang menyebutkan The Rolling Stones sedang bersenang-senang bersama di dalam studio rekaman. Band legendaris ini merayakan ulang tahun ke-50 mereka. Setelah sebuah gig yang disambut gegap-gempita, para personel The Rolling Stones dikabarkan begitu menikmati kebersamaan mereka hingga ingin menggelar sebuah tur.

      "Kau pasti akan melihat kami semua bersama setelah ini, tak lama lagi. Menyenangkan sekali kembali berkumpul, ada banyak memori hebat. 50 tahun, itu gila. Kami banyak mengobrol, kami ingin lakukan beberapa hal lagi. Mungkin konser," kata Mick Jagger kemudian.

Selasa, 28 Agustus 2012

Avril Lavigne




Nama lahir




















Avril Ramona Lavigne Whibley
Lahir
27 September 1984 (umur 27)
Belleville, Ontario, Kanada
Asal
Napanee, Ontario, Kanada
Genre
Modern rock
Pop punk Pop rock
Power pop
Alternative rock
Pekerjaan
Penyanyi, penulis lagu, aktris, Model
Instrumen
Vokal, Gitar elektrik, Gitar akustik, piano, drums
Tahun aktif
1999–sekarang
Label
Arista (2002–2005)
RCA (2006–sekarang)
Artis terkait
Sum 41, The Black List Club, Deryck Whibley, Lil Mama, Dr. Luke
Situs web
www.avrillavigne.com

     Avril Ramona Lavigne Whibley lahir di Kanada, 27 September 1984, atau lebih dikenal dengan nama Avril Lavigne, adalah seorang penyanyi pop-punk, musisi, dan aktris asal Kanada. Pada tahun 2006, Majalah Bisnis Kanada memposisikannya dalam posisi ke-7 wanita Kanada paling mengagumkan di Hollywood, dan pada tahun 2007 dia memenangkan 9 nominasi Jabra Music Contest untuk kategori Best Band In The World, berdasarkan pilihan penggemar diseluruh dunia.

     Hingga kini, Lavigne telah merilis 3 buah album studio, yaitu Let Go (2002) yang terjual lebih dari 19 juta diseluruh dunia dengan 9 juta di US, Under My Skin (2004) yang terjual lebih dari 12 juta diseluruh dunia dan 4 juta di US, dan The Best Damn Thing (2007) yang terjual lebih dari 9 juta dan 2,5 juta di US. Lavigne juga telah memproduksi delapan singel internasional, diantaranya adalah "Complicated", "Sk8er Boi", "I'm with You", "Don't Tell Me", "My Happy Ending", "Girlfriend", "When You're Gone" dan "What The Hell". Lavigne pun mengisi soundtrack untuk film Alice in Wonderland dengan lagu yang berjudul "Alice". Ia telah menjual rekaman album dan singelnya sebanyak kurang lebih 45 juta diseluruh dunia.

Profil
     Avril Lavigne dilahirkan disebuah kota kecil, Napanee, Ontario. Kemampuan Avril dalam bernyanyi telah diketahui sejak ia berumur 2 tahun, ketika ibunya mengatakan bahwa Avril telah mulai ikut menyanyi lagu-lagu rohani di gereja. Keluarga Avril pindah ke Napanee saat dia berumur 5 tahun. Pada tahun 1998, Avril memenangkan kompetisi bernyanyi dalam tour resmi penyanyi Kanada, Shania Twain. Avril menyanyikan lagu Shania yang berjudul What Made You Say That.

Saat usia Avril menjelang 16 tahun, dia didaftarkan oleh Ken Krongard, seorang artis dan jurnalis, wakil dari perusahaan rekaman Arista. Ken mengundang Antonio "L.A." Reid untuk mendengarkan nyanyian Avril disebuah studio rekaman milik Peter Zizzo di New York. Selanjutnya Avril melengkapi kontrak album perdananya, Let Go.

Karier Musik

     Album pertama Avril, Let Go, dirilis pada tanggal 4 Juni 2002 di Amerika Serikat, menduduki posisi 2 disana, dan menduduki posisi 1 di Australia, Kanada, Inggris, dan beberapa negara lainnya, dengan hits singel lagu "Complicated", "Sk8er Boi", "I'm with You", dan "Losing Grip". Album ini sangat sukses dan terjual lebih dari 17 juta diseluruh dunia, 7 juta nya terjual di US.

     Ditahun 2004, tepatnya tanggal 25 Mei 2004, Lavigne merilis album kedua yang bertitel Under My Skin dengan hits singel lagu "Don't Tell Me", "My Happy Ending", "Nobody's Home, "He Wasn't", dan "Fall to Pieces". Album ini mengikuti jejak sukses dari Let Go, terjual 12 juta diseluruh dunia dan 4 juta terjual di US.

     Album ketiga Avril, The Best Damn Thing dirilis pada tanggal 17 April 2007. Album ini cukup mengejutkan, karena Avril mengubah gaya bernyanyinya yang sebelumnya sangat kental dengan rock dan warna-warna gelap, menjadi lebih ceria dan berwarna pink. Album ini mempunyai hits singel lagu "Girlfriend", "When You're Gone", "Hot", dan "The Best Damn Thing".

     Avril pun pernah beberapa kali mengisi soundtrack film, diantaranya adalah film Eragon dengan singel "Keep Holding On" dan yang terbaru, film Alice in Wonderland dengan singel berjudul "Alice".


Karier Film

     Avril tampil dalam film awalnya dalam film Over the Hedge sebagai pengisi suara, dimana film ini berdasarkan komik yang berjudul sama. Dia bekerja sama dengan William Shatner, Bruce Willis, Garry Shandling, Wnda Sykes, Nick Nolte dan Steve Carrel. Dia juga beraksi dalam film karya Richard Gere berjudul The Flock, sebagai kekasih dari seorang pelaku kejahatan, dan proyek ketiganya adalah Fast Food Nation, berdasarkan buku favoritnya.nAvril membuat sebuah batu bertulisan dalam film Going The Distance dan juga sempat tampil dalam sebuah episode film Sabrina, The Teenage Witch, menampilkan lagu "Sk8er Boi" dengan band-nya.

Arul Efansyah


     Arul Efansyah yang bernama asli Chairul Efansyah (lahir di Banjarmasin, 5 Agustus 1964; umur 48 tahun) adalah penyanyi Rock asal Indonesia yang terkenal dengan nada suaranya yang tinggi dan melengking. Vokalis grup band Power Metal selama puluhan tahun ini sempat dijuluki “Arul, The Seven Octave”.

     Arul Efansyah sejak kecil bermukim di kawasan Pasar Lama, Banjarmasin, Ia mengenal musik saat masih SMP dan mulai serius di bidang tersebut dengan membentuk beberapa grup band selepas lulus SMEA. Kesuksesannya sebagai penyanyi musik rock dimulai saat ia bergabung dengan band Big Boys, yang mengikuti Festival Rock se-Indonesia V tahun 1989 mewakili Banjarmasin.


     Event Festival Rock se-Indonesia V diadakan di Surabaya, digeber oleh promotor musik Rock, Log Zhelebour, di ajang itu, Arul Efansyah berhasil merebut predikat The Best Vocalist lewat lagu "Polusi Kehidupan". Selanjutnya, para finalis dari festival tersebut kemudian dibuatkan album kompilasi oleh Log Zhelebour melalui label miliknya, Loggis Record.

     Setelah diedarkannya album kompilasi finalis Festival Rock se-Indonesia V oleh Log Zhelebour , lagu "Polusi Kehidupan" menjadi populer di masyarakat, dan turut mengangkat nama Arul Efansyah bersama Band nya, Big Boys dari Banjarmasin

     Juara pertama Festival Rock se-Indonesia V saat itu adalah band Power Metal dari Surabaya. Vokalis Power Metal, Pungky Deaz hengkang saat Power Metal bersiap mengikuti tour 10 kota bersama Godbless (Tour Raksasa) pada tahun 1990, akhirnya, Power Metal memilih Arul Efansyah sebagai vokalis menggantikan Pungky Deaz.

Power Metal
     Pada tahun 1991, Power Metal dengan vokalis barunya, Arul Efansyah, merilis debut album bertitel "Power One", Album Power One mendapat sambutan menggembirakan dari masyarakat. Album ini melahirkan sejumlah hits, diantaranya Angkara, Satu Jiwa, Pengakuan, Bayangan Dirimu, Malapetaka dan Cita Yang Tersita.


     Sampai saat ini, Arul Efansyah merupakan vokalis andalan Power Metal, telah 9 album yang dihasilkan bersama Power Metal sejak tahun 1991 sampai 2010.

Senin, 06 Agustus 2012

Deep Purple

Deep Purple

   Deep Purple adalah band Classic Metal yang dianggap sebagai salah satu pelopor musik Heavy Metal bersama Led Zeppelin dan Black Sabbath.

   Deep Purple dibentuk oleh seorang composer, Jon Lord yang sebelumnya bermain untuk The Flowerpot Man bersama rekannya, Chris Curtis dan Tony Edwards. Sebagian besar lagu-lagu Deep Purple diciptakan oleh Jon Lord.

Jon Lord


   Pada bulan Desember 1967, Curtis merekrut Ritchie Blackmore yang ketika itu berada di Jerman sebagai gitaris band Neil Christian and The Crusaders. Ritchie Blackmore adalah gitaris metal pertama yang menggunakan tangga nada eksotis ke dalama solo-solo gitarnya.
Ritchie Blackmore
   Sebelum di Jerman, Blackmore pernah bergabung dengan The Outlaw dan Screaming and The Savages. lagu The Address dan Mandrake Root ditulis pada pertemuan pertama Blackmore dan Lord. Tak lama kemudian bergabunglah pemain bass Lord di The Flowerpot Man, Nick Simper. Untuk mengisi bagian vokal, Lord dan Blackmore merekrut Rod Evans dan Ian Paice sebagai drummer.

Nick Simper


Ian Paice

Rod Evans
   Sebelum memutuskan nama Deep Purple, nama lain yang sempat diusulkan sebagai nama band adalah Orpheus, Concrete God dan Sugarlump. Pada suatu pagi, Ritchie mengusulkan nama Deep Purple karena itu lagu favorit neneknya yang cukup populer pada tahun 1920-an dan menjadi hits dari kelompok Nino Tempo and April Steven pada tahun 1963. Setelah sempat menamakan diri sebagai Roundabout, pada bulan Maret 1968 mereka resmi menjadi Deep Purple.

   Pada tahun 1969, Simper dan Evans dikeluarkan secara tiba-tiba oleh Blackmore, Lord dan Piece. Ritchie keluar-masuk pub untuk mencari pengganti. Akhirnya, dia terkesan dengan dua personel Episode Six, Ian Gillan dan Roger Glover.
Ian Gillan


Roger Glover


ALBUM
  • Shades Of Deep Purple (September 1968)
  • The Book of Taliesyn (Desember 1968) 
  • Deep Purple (November 1969)
Rod Evans - vocal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Nick Simper - bass
Ian Paice - drum

  • Deep Purple in Rock (Juni 1970)
  • Fireball (September 1971)
  • Machine head (Maret 1972)
  • Who Do We Think We Are ? (Februari 1973)
Ian Gillan - vokal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

  • Burn (Februari 1974)
  • Stormbringer (Desember 1974)
David Coverdale - vokal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Glenn Hughes - bass/vokal
Ian Paice - drum

  • Come Taste in the Band
Joe Lynn Turner - vokal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

  • Perferct Stranger (November 1984)
  • The House of Blue Light ((Januari 1987)
Ian Gillan - vokal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

  • Slaves & Masters (Oktober 1990)
Joe Lynn Turner - vokal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

  • The Battle Rages on (Juli 1993)
Ian Gillan - vokal
Ritchie Blackmore - gitar
Jon Lord - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

  • Purpendicular (Februari 1996)
  • Abandon (Mei 1998)
Steve Morse
Ian Gillan - vokal
Steve Morse - gitar
Jon Lord - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

  • Bananas (Agustus 2003)
  • Rapture of the Deep (Oktober 2005)
  • Rapture of the Deep (edisi spesial, Juni 2006)
Ian Gillan - vokal
Steve Morse - gitar
Don Airey - keyboard
Roger Glover - bass
Ian Paice - drum

Deep Purple